Cerita Kita

Di sebuah kota yang tak pernah benar-benar tidur, kita pertama kali saling menyapa bukan dengan suara, tapi dengan rasa penasaran.

Kamu datang membawa cerita tentang mimpimu, tentang ambisimu yang terinspirasi dari visi besar seperti tentang keberanian menembus batas.
 Aku datang membawa kata-kata, mencoba menjadi ruang pulang saat dunia terasa terlalu bising.

Awalnya sederhana. Obrolan ringan tentang film , tapi diam-diam berharap akhir yang lebih bahagia. 
Kita tertawa membahas adegan romantis, seolah-olah itu hanya cerita orang lain. Padahal semesta sedang menulis versi kita.

Hari-hari berlalu, dan percakapan kita menjadi candu. Kamu bercerita tentang kota impianmu, ingin berjalan berdua di bawah cahaya lampu malam . Aku bilang, tak perlu sejauh itu asal bersamamu, bahkan sudut kota paling biasa bisa terasa seperti dunia yang baru.

Kita berbeda, tapi justru di situlah indahnya. Kamu keras kepala seperti badai, aku tenang seperti laut sebelum fajar. Saat kamu ragu pada dirimu sendiri, aku mengingatkanmu bahkan sebelum dunia menyadari.
 Dan saat aku lelah, kamu menguatkanku dengan caramu yang sederhana: harus Semangat.

Cinta kita bukan tentang janji besar atau kata-kata puitis tanpa makna. Ia tumbuh dari kebiasaan pesan kecil “sudah makan?”, suara yang menenangkan sebelum tidur, dan tawa yang tak dibuat-buat.

Jika suatu hari nanti dunia terasa berat, ingatlah ini: kita pernah menemukan rumah dalam diri satu sama lain. Bukan karena segalanya sempurna, tapi karena kita memilih untuk tetap bersama, bahkan saat segalanya tidak mudah.

Dan bila kisah ini harus diberi judul, mungkin namanya sederhana saja: *Kita*.

Karena seperti cerita terbaik, ia tak butuh banyak hiasan cukup dua hati yang saling memilih, setiap hari.

Sekian dan Terima Kasih 🙏☺️☺️

Karya : M . Arif Sahih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuju Rumah

IMPIAN HATI "The Series"