IMPIAN HATI "The Series"

 Bab 2 – Surat yang Tak Pernah Dikirim


Suatu hari, guru Bahasa Indonesia di sekolahnya memperkenalkan karya-karya dari Andrea Hirata dan novel terkenalnya, Laskar Pelangi. Aira membaca kisah itu dengan mata berkaca-kaca.


Jika anak-anak dari Belitung bisa bermimpi besar, mengapa ia tidak?


Malam itu, Aira menulis surat untuk dirinya sendiri di masa depan.


> “Untuk Aira yang mungkin sudah menyerah,

>

> Ingatlah, kau pernah memiliki impian yang begitu besar sampai membuatmu takut. Jangan biarkan dunia mengecilkan hatimu.”


Surat itu tak pernah ia kirim ke mana pun. Ia menyimpannya di dalam kotak kayu kecil, bersama potongan koran dan pena pertamanya.


Hari-hari berlalu. Setelah lulus SMA, Aira harus bekerja di toko kelontong untuk membantu keluarganya. Waktu untuk menulis semakin sempit. Ia lelah. Kadang ia bertanya, apakah impian itu hanya khayalan masa remaja?


Namun setiap kali ia hendak menyerah, ia teringat satu hal: impian bukan tentang cepat atau lambat. Impian adalah tentang setia.


---

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Kita

Menuju Rumah