IMPIAN HATI "The Series"

 Bab 1 – Langit yang Retak


Di sebuah kota kecil di pesisir Padang, hidup seorang gadis bernama Aira. Sejak kecil, ia percaya bahwa setiap manusia memiliki satu impian yang bersembunyi di dalam hati—impian yang tak selalu terdengar, tapi selalu berbisik.


Aira suka menulis. Bukan sekadar menulis catatan harian, melainkan menulis dunia. Ia menciptakan tokoh-tokoh yang berani, kisah-kisah yang penuh cahaya, dan akhir yang selalu membawa harapan. Namun, di dunia nyata, Aira tak seberani tokoh-tokohnya.


Ayahnya seorang nelayan. Ibunya menjahit pakaian dari rumah. Hidup mereka sederhana, bahkan sering kekurangan. Dalam keluarga itu, mimpi dianggap mewah. Yang penting adalah bertahan hidup.


“Aira,” kata ibunya suatu sore, “kau harus realistis. Menulis tak akan membuatmu kenyang.”


Kalimat itu seperti retakan kecil di langit impiannya.


Namun Aira tak pernah benar-benar berhenti menulis. Di bawah cahaya lampu minyak, ia menuliskan mimpinya: menjadi penulis yang karyanya dibaca banyak orang, yang kata-katanya mampu menguatkan hati yang rapuh.


Ia tak tahu bagaimana caranya. Tapi hatinya tahu—ia tak boleh menyerah.


---

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Kita

Menuju Rumah

IMPIAN HATI "The Series"