IMPIAN HATI "The Series"
Bab 4 – Ditolak dan Bertumbuh
Dengan dorongan Pak Rahman, Aira memberanikan diri mengirimkan cerpennya ke beberapa penerbit di Jakarta.
Sebulan kemudian, balasan datang.
Penolakan.
Bukan satu. Tiga sekaligus.
Hatinya hancur. Ia menangis dalam diam, merasa mimpinya terlalu tinggi untuk gadis dari kota kecil seperti dirinya.
Namun Pak Rahman berkata pelan, “Penolakan bukan tanda kau gagal. Itu tanda kau sedang berjalan.”
Aira kembali menulis. Ia memperbaiki, menghapus, menata ulang. Ia belajar menerima kritik tanpa membenci dirinya sendiri.
Ia mulai memahami bahwa impian hati bukan tentang hasil, melainkan tentang siapa dirinya saat berjuang.
Komentar
Posting Komentar