IMPIAN HATI "The Series"

 Bab 3Pertemuan yang Mengubah Arah


Suatu sore hujan turun deras. Seorang pria tua berteduh di depan toko tempat Aira bekerja. Ia membawa tas penuh buku bekas.


Namanya Pak Rahman, pensiunan guru yang kini berkeliling menjual buku murah. Aira membantu mengangkat tasnya dan tanpa sengaja melihat sebuah buku catatan tua.


“Kau suka menulis?” tanya Pak Rahman setelah melihat tulisan di buku kecil yang selalu dibawa Aira.


Aira mengangguk ragu.


Pak Rahman tersenyum. “Dunia selalu butuh orang yang berani menuliskan kebenaran hatinya.”


Sejak hari itu, Pak Rahman sering datang. Ia meminjamkan buku-buku sastra dan mengajarkan Aira tentang disiplin menulis. Ia tak memberi uang, tak memberi janji. Ia hanya memberi keyakinan.


Dan kadang, keyakinan jauh lebih berharga.


---

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Kita

Menuju Rumah

IMPIAN HATI "The Series"